MASJID AT TAUFIQ BOGOR

Taufiq1

Edisi Jumling (Jum’atan Keliling) ke-37 (6 Rabiulawal 1437H/18 Desember 2015) ke Masjid At Taufiq Bogor. Masjid berlokasi di Jl. Paledang Bogor, 100mtr sebelah barat Kebun Raya, berdekatan dengan Cafe Gumati, salah satu cafe yg cukup beken di Bogor.

Semula saya bermaksud Jum’atan di Masjid Kebun Raya, tapi naas, pas dipintu Gerbang diusir oleh Polisi, pake dibentak-bentak lagi. Rupanya Presiden Jokowi lagi punya acara pemberian penghargaan kepada para Donor Darah di Istana. Ya udah saya melipir ke masjid ini.

Secara harfiah, At Taufiq berarti pertolongan, petunjuk.

Pukul 11.00 tet saya tiba di Masjid. Masjid mungil dan indah. Warna didominasi hijau muda untuk dinding dan hijau tua untuk atap dan kubah. Arsitekturnya menganut gaya minimalis, dengan atap khas tropis, berciri kemiringan yg tajam untuk mengantisisipasi air hujan. Maklum ini kota hujan. Tak lupa ditengahnya terdapat kubah berdiameter 5 mtr. Dinding sebelah selatan dan utara penuh dengan pintu dan jendela berornamen islami, meruncing keatas.

Masjid diresmikan pada tanggal 6 Nopember 2002, dibangun 2 lantai, lantai 1 luas sekitar 200 m², dan lantai 2 sekitar 50 m². Saya perkirakan bisa memuat 600 jama’ah.

Yg mencolok di Masjid ini adanya larangan merokok yg cukup besar, pemberitahuan masjid ini diawasi oleh CCTV,dan pemberitahuan setiap tindak kriminalitas akan dibawa ke polisi. Saya curiga, jangan² tingkat kriminalitas disekitar masjid cukup tinggi, karena dekat cafe? Wallahu alam.

Pukul 11.05 saya masuki masjid. Jamaah baru 2 orang, satu orang anggota TNI sedang sholat Tahiyatul Masjid, satunya Bapak² sedang Tadarus. Saya jamaah ketiga.

Seluruh lantai masjid, dilapisi karpet warna merah tua. Dari dalam masjid, jika menengok keselatan, tampak Gunung Salak, serasa dalam jangkauan. Saking jelasnya sampai² lika-liku tubuh Gunung Salak, nyata kelihatan.

Mihrab berupa cerukan yang panjang, menjulang dari lantai bawah ke lantai atas. Di cerukan ini terdapat podium dari kayu yang polos. Di podium ini terpajang 2 botol minyak wangi khas Arab. Entah kepunyaan Imam atau jamaah yang tertinggal. Di kanan kiri mihrab terdapat rak untuk menempatkan Al Qur’an. Diatas rak kiri terdapat jam dinding, yang penunjukan waktunya kecepatan 5 menit. Di atas rak kanan, terdapat jam digital, yang penunjukan waktunya juga kecepatan 3 menit.

Taufiq2

Tepat dibawah kubah terjuntai lampu kristal 4 tingkat, dg konfigurasi 4-8-10-12. Agak sepet dimata, lantaran isi lampunya berbeda-beda, tidak seragam.

Untuk kenyamanan jama’ah terpasang 3 kipas helikopter dan 4 kipas dinding.

Tanpa ba-bi-bu, pukul 11.49 acara dimulai dengan adzan. Tidak ada pengumuman, seperti lazimnya masjid-masjid.

Usai adzan, lanjut khotbah. Khotib berperawakan sedang, usia sekitar 60 th, etnis Arab, bercambang dan berjenggot tebal dan panjang. Penampilannya mengingatkan saya kepada Ayatullah Khomeini, bedanya yang ini jenggotnya masih hitam.

Seumur-umur Jum’atan, baru kali ini saya menjumpai khotib yg galak. Memperingatkan jamaah utk fokus mendengarkan, tidak ngantuk, tidak boleh menunduk, harus menatap khotib. Alasannya toh hanya seminggu sekali. Walau apa yg diucapkan benar, tapi karena nadanya kurang bersahabat, membuat saya agak terperanjat. (Dalam hati, biasanya hal² seperti ini yg menyampaikan pembaca acara).

Thema khotbah tidak diumumkan, biar lebih fokus saya beri judul aja “Doa yang baik”. Berikut ringkasannya.

1. Setiap hamba akan diuji, baik berupa kesenangan maupun kesusahan. Saat diuji kesenangan seharusnya kita bersyukur, sedangkan jika ujian kesusahan seharusnya kita bersabar.

2.Salah satu refleksi bersabar itu adalah berdoa. Tanpa kita sadari saat berdoa setiap manusia, entah apapun agamanya selalu mendongak keatas, itulah yang namanya refleks fitrah.

3. Doa itu ibadah dan hamba yg tidak pernah berdoa terkategori sombong dan ancamannya adalah neraka. Sebagaimana hadist, dari Ahmad dan Ash-habus Sunan dari Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah SAW, bersabda: “Sesungguhnya berdoa itu merupakan ibadah”, lalu Rasulullah melanjutkan dengan membaca ayat yang artinya:”Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Ku kabulkan doamu itu’! Orang-orang yang menyombongkan diri  hingga tak hendak beribadah kepada-Ku sungguh mereka itu akan masuk neraka dalam keadaan hina dina!” (Q.S.Al-Mukmin: 60).

4.Doa yg baik akan mencerminkan/memuat 3 jenis tauhid:
(1) tauhid uluhiyah, keikhlasan mengesakan Allah. Kita berdoa hanya kepada Allah, tidak kepada selain Allah.

(2) tauhid rububiyah, dlm berdoa kita hrs yakin Allah adalah pencipta, pemilik, pemberi rizgi semesta alam beserta isinya.

(3) tauhid asma’ sa shifat, dalam berdoa sebaiknya kita menyebut asma Allah dan sifatnya yang mulia.

5.Syarat dikabulkannya doa:
(1) Ikhlas, hanya mengharap kepada Allah semata. Sebagaimana dinyatakan dalam Surat Al A’raf ayat 29, yg artinya: Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.
(2) merasa kecil dan benar-benar sangat membutuhkan Allah.
(3) Tidak makan/minum makanan/minuman haram.

6.Teknis doa yg baik:
(1) mengangkat tangan keatas
(2) ber tawasul, menyebut asma Allah
(3) dalam keadaan safar

7. Mengharap doa dikabulkan harus sabar, tidak terburu-buru, dan diulang-ulang. Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim saja berdoa puluhan tahun baru dikarunia anak.

8.Kita sering ber-suudzon kpd Allah kenapa doa tidak dikabulkan.padahal Allah punya rahasia:
(a) untuk menolak keburukan yg lebih besar. Misal minta kaya, padahal bisa saja dg kekayaan yg berlimpah keluarga berantakan.
(b) ditangguhkan sampai yaumil akhir
(c) mendidik supaya tetap menjadi hamba yang sabar

9. Doa yang mustajab:
(a) tengah malam
(b) doa orang tua untuk anaknya
(c) diwaktu hujan.

Sekian. Khotbah berlangsung selama 20 menit.

Jika diberikan penilaian:
1. Arsitektur masjid : 85
2. Kebersihan dan prasarana: 80
3. Khotib/khotbahnya: 85
4. Imam/bacaannya: 75

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s